Aku tak pernah perasaan bintang, cuma ini gaya aku. Terselit karakter pemberontak dalam sesuatu hal. Mereka-mereka di luar yang mengharapkan sempurna sedangkan aku bukan sempurna.
Maaf, aku bukan pussy.
"You aspect too much extraordinary from ordinary decent guy."
Jika aku kau anggap bintang, maka celaka bagi kau. Aku sukar untuk di gapai, kau hanya sekadar boleh melambai.
Sindiran dari kata kata manis, tak menjamin aku boleh tersenyum manis.
Jika kau tanya pada saat 5 tahun yang lepas. Mungkin ini kehendak aku. Tapi bukan sekarang.
Namun, aku gagahkan untuk berlari, sikit pun kata kau tak pernah buat aku berhenti.
Sabtu, 25 Februari 2012
Selasa, 21 Februari 2012
kamar gelap
Di sini, aku duduk tergaman merenung lorong-lorong hari esok. Adakah hari aku berakhir dengan baik atau sebaliknya. Persoalan terjawab di kamar ini.
Di sini, aku tidur sunyi kaku tanpa teman atas katil permaisuri. Dan hanyalah diteman oleh sekujur tubuh hitam legam bayang sendiri.
Di sini, aku meluang dan menghabiskan masa bersama buku serta komik. Agar hari dan malam berlalu tanpa sia. Terutama pada hujung minggu dan malam, pasti di jamah walaupun hanya sebaris ayat.
Di sini juga, aku terlentang baring tuit tuit dalam keadaan pemikiran bebas. Dan juga tentang ekpresi seputar emosi. Adakala aku tertawa apa yang di tuit tuit mereka. Aku tertawa dalam kamar gelap.
Di sini, terselit inventori memori kisah panjang kau dan aku. Tapi itu dulu. Ya. Dulu. Kini, kamar semakin gelap meski siang.
Di sini, meski pernah indah. Di satu sudut, aku mengeluh, memaki spontan, meratapi dan menangis.
Kamar gelap,
Terlalu banyak rahsia gelap dari seorang yang berkemungkinan membuat dosa. Mungkin malam, esok dan mungkin juga pada hari mendatang.
Di kamar gelap ini, aku keseorangan menonton klip 3gp/mp4.
Di Kamar Gelap ini, aku coretkan memori. Di Kamar Gelap ini, aku tidur meski siang. Kakakaka.
.
Di sini, aku tidur sunyi kaku tanpa teman atas katil permaisuri. Dan hanyalah diteman oleh sekujur tubuh hitam legam bayang sendiri.
Di sini, aku meluang dan menghabiskan masa bersama buku serta komik. Agar hari dan malam berlalu tanpa sia. Terutama pada hujung minggu dan malam, pasti di jamah walaupun hanya sebaris ayat.
Di sini juga, aku terlentang baring tuit tuit dalam keadaan pemikiran bebas. Dan juga tentang ekpresi seputar emosi. Adakala aku tertawa apa yang di tuit tuit mereka. Aku tertawa dalam kamar gelap.
Di sini, terselit inventori memori kisah panjang kau dan aku. Tapi itu dulu. Ya. Dulu. Kini, kamar semakin gelap meski siang.
Di sini, meski pernah indah. Di satu sudut, aku mengeluh, memaki spontan, meratapi dan menangis.
Kamar gelap,
Terlalu banyak rahsia gelap dari seorang yang berkemungkinan membuat dosa. Mungkin malam, esok dan mungkin juga pada hari mendatang.
Di kamar gelap ini, aku keseorangan menonton klip 3gp/mp4.
Di Kamar Gelap ini, aku coretkan memori. Di Kamar Gelap ini, aku tidur meski siang. Kakakaka.
.
Ahad, 12 Februari 2012
Ini,itu dan bermacam
Mak gua inginkan gua gini..
Bapak gua inginkan gua gini..
Kakak-kakak gua inginkan gua gini-gini,
Tapi gua inginkan gitu-gitu.
Maaf,
Namun gua belum punya impian tetap.. Dan juga
Tiada GF.
Pegang lagi lah gua title gay untuk tahun-tahun mendatang.
Sekadar cuci mata perhatikan lemak-lemak di dada mereka dekat jusco dan jalan sambil bersiul pun sudah cukup memBAHAGIAkan!
Teetttt!!
Impian terutama bukanlah mencari Gf. Tapi impian yang itu..
.
Bapak gua inginkan gua gini..
Kakak-kakak gua inginkan gua gini-gini,
Tapi gua inginkan gitu-gitu.
Maaf,
Namun gua belum punya impian tetap.. Dan juga
Tiada GF.
Pegang lagi lah gua title gay untuk tahun-tahun mendatang.
Sekadar cuci mata perhatikan lemak-lemak di dada mereka dekat jusco dan jalan sambil bersiul pun sudah cukup memBAHAGIAkan!
Teetttt!!
Impian terutama bukanlah mencari Gf. Tapi impian yang itu..
.
Langgan:
Ulasan (Atom)